Archive for Januari 2014


hehehehe ~XD masih Newbie kaka (redface)

Header dan Logo pertama Person Newbie ~XD

Comments : 0
Posted: Jumat, 31 Januari 2014
Tag : ,
Apa Kata Anak-Anak Tentang Jepang?

Lembaga pendidikan Berlitz Jepang mengadakan survey terhadap 1.626 anak-anak Jepang yang sebagian besar masih di bangku SD. Mereka menyanyakan pendapat mereka tentang Jepang. Yang menarik dari survey ini: respondennya adalah anak-anak. Dan seperti yang kita tahu, anak-anak tidak bisa berbohong. Ayo kita lihat hasilnya... 

▼ Apakah kamu suka dengan Jepang? Saya suka: 52.2%Saya mungkin suka: 44.7%Biasa saja: 2.7%Saya tidak suka: 0.4%  
▼ Apa yang kamu suka dari Jepang? 1. Orang-orang ramah, rajin dan sopan2. Banyak anime dan manga3. Banyak video game4. Banyak makanan yang enak5. Tidak perlu takut jalan-jalan sendiri6. Tidak perlu takut kehilangan barang7. Kereta dan bus selalu tepat waktu8. Banyak pemandangan yang indah9. Lingkungan yang bersih10. Ada empat cuaca 
▼ Apa yang kamu TIDAK suka dari Jepang? 1. Terlalu banyak ujian dan ulangan2. Peraturan sekolah terlalu ketat3. Bullying di sekolah sering terjadi4. Orang-orang dewasa terlalu serius5. Banyak yang mau ikutan tren (boros)6. Sering gempa bumi7. Rumah/apartemen terlalu sempit8. Anak-anak sering dipaksa belajar9. Rasanya uang adalah segalanya10. Jarang yang bisa bahasa Inggris 


Sumber: http://www.jepang.net/2014/01/apa-kata-anak-anak-tentang-jepang.html?m=1

Apa Kata Anak-anak tentang Jepang ?

Comments : 0
Posted: Senin, 27 Januari 2014
Tag : ,

Kejujuran Orang Jepang yang sulit ditiru oleh orang Indonesia

Sebenarnya sih ini bukan pasar yah karena penjual disana adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil kebunnya yang tersisa (kebanyakan).

Dan kalau dilihat, tidak ada bedanya dengan pasar yang ada di Indonesia, kecuali satu perbedaannya yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapaknya tersebut.

Jadi bagaimana transaksinya? mudah kok, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di setiap barang dagangannya dan apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah disediakan.

Dan percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun petani yang rugi karena berdagang dengan cara sepeti ini. Atau dengan kata lain, semua pembeli selalu membayar apa yang mereka ambil.



Foto

Apa kalian bisa meniru kejujuran yang seperti ini?

sumber:http://unikboss.blogspot.jp/2010/10/kejujuran-orang-jepang-yang-sulit.html 

Kejujuran Orang Jepang

Comments : 0
Tag : ,
Tentara Jepang Ini Rela Cacat Permanen Demi Bantu Indonesia Usir Belanda.

Beberapa hari yang lalu di TV ada acara Spesial 3jam. Sekai No mura de haken kona tokoro ni nihonjin. Karena acara itu, Admin Sugi Hiroshima ditanyain orang jepang (rekan kerja) banyak soal orang jepang yang 70 tahun tinggal di batu malang.

Admin Sugi Hiroshima sempat diledekin teman-teman kerja bilangnya indonesia ga punya bis gede soalnya liatnya naik angkot terus (di videonya) 



Ini link videonya http://video.fc2.com/content/20140125CpK5L5tw/

Ceritanya seperti ini yang dikutip dari sumber http://m.tribunnews.com/nasional/2014/01/25/tentara-jepang-ini-rela-cacat-permanen-demi-bantu-indonesia-usir-belanda


Sekitar 1.000 tentara Jepang tinggal di Indonesia setelah perang dunia kedua selesai, terutama setelah Jepang menyerah dari Sekutu dengan dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima.

Dari jumlah seribu orang sekitar 400 orang meninggal, sisanya sekitar 400 orang. Itulah yang diungkapkan seorang prajurit Jepang saat perang dunia kedua yang tidak pulang ke Jepang tetapi malah membantu para gerilya pejuang kemerdekaan Indonesia terutama di pulau Jawa, Sakari Oono atau nama Indonesianya Rahmat, kini berusia 94 tahun.

"Saat itu saya berusia 22 tahun bekerja untuk tentara Jepang, masuk Indonesua tahun 1942. Setelah 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, banyak tentara Jepang diperintahkan pulang tetapi saya tetap berada di Indonesia karena melihat tentara Indonesia dengan segala kekurangannya berusaha melawan Belanda yang kemudian masuk lagi ke Jawa saat itu, tetapi gerilya Indonesia itu dengan keterbatasan granat dan bambu runcing tetapi semangat besar ingin merdeka dari Belanda yang mau menjajah Indonesia lagi. 

Makanya saya bantu tentara Indonesia tak mau pulang," papar Ono yang muncul di acara TV Asahi, 24 Januari 2014 pada program 'Desa Dunia, di tempat ini ada orang Jepang'.

Oono tahun 1950 menikah dengan orang Indonesia bernama Darkasih dan kini punya 9 anak, tinggal di kota Batu Malang Jawa Timur.Dari antara 600 tentara Jepang yang tersisa di Indonesia, kemudian 45 orang kembali ke Jepang tetapi data yang ada 324 orang tetap di Indonesia. Sisanya tidak diketahui keberadaannya, apakah masih ada di Indonesia atau sudah pulang ke Jepang juga.

"Saya sejak awal memang ingin membantu tentara Indonesia agar Indonesia bisa merdeka dari Belanda. Waktu itu pun Jepang sedang mempersiapkan Indonesia supaya merdeka, tetapi keburu Jepang kalah dari sekutu dan harus pulang ke jepang tetapi saya tetap memilih di Indonesia," katanya.
Bantuannya kepada tentara Indonesia, ikut berjuang melawan penjajah Belanda yang datang kembali ke Indonesia, membuat dirinya cacat, tangan kirinya kena ledakan dan diamputasi sehingga kini Oono tak punya tangan kiri lagi.

Temannya disuruh Oono saat itu untuk membawa rambut, album foto serta contoh kukunya supaya keluarganya yang ada di Hokkaido menyangka meninggal dalam peperangan di Indonesia. Tetapi kini keluarganya tahu dia masih hidup di Indonesia karena surat-menyuratnya.
"Saya sama sekali tak ada niat, tak ingin pulang ke Jepang, Indonesia sudah jadi tempat saya, keluarga saya di sini, kehidupan saya di sini, kini ingin menikmati masa hidup tua saya dengan tenang di Indonesia dan bahagia saat ini saya di Indonesia. Kalau pulang sekali pun mau ngapain saya di Jepang, kerja apa saya di Jepang," tekannya.
Oono sadar takdir hidupnya memang di Indonesia dan sampai meninggal pun ingin di Indonesia bersama anak-anak dan cucu-cucunya saat ini.Selama ini Oono menghidupi anak-anaknya dari bercocok tanam bertani di kebunnya.

Hasil penjualan kebun dan tanah pertaniannya di Batu Malang untuk menghidupi anak-anaknya dan cucunya sampai saat ini.Tampak sekali Oono bahagia bersama keluarganya, tapi kadang-kadang untuk melepas kesepiannya terhadap negerinya dia menyanyi berkaraoke di rumahnya bersama keluarga besarnya dalam bahasa Jepang.
"Anak-anak dan cucu saya banyak menghafal lagu bahasa Jepang karena saya menyanyi dalam bahasa Jepang, sama-sama dengan mereka," paparnya lagi lalu tersenyum.
Bantuan dan perjuangannya membantu para pejuang kita memang patut diacungi jempol sehingga mengorbankan tangan kirinya yang tidak ada saatt ini. 

Selain itu, menurutnya, sejak lima tahun lalu, 2008, mungkin juga karena sudah tua, matanya sudah tidak bisa melihat lagi, sehingga keberadaannya selalu dipapah oleh keluarganya ke mana-mana, ungkapnya dengan memakai batik tangan panjang di hadapan televisi yang merekam ceritanya tersebut.

Foto: Tentara Jepang Ini Rela Cacat Permanen Demi Bantu Indonesia Usir Belanda.

Beberapa hari yang lalu di TV  ada acara Spesial 3jam. Sekai No mura de haken kona tokoro ni nihonjin. Karena acara itu, Admin Sugi Hiroshima ditanyain orang jepang (rekan kerja) banyak soal orang jepang yang 70 tahun tinggal di batu malang. 

Admin Sugi Hiroshima sempat diledekin teman-teman kerja bilangnya indonesia ga punya bis gede soalnya liatnya naik angkot terus (di videonya) :D

Ini link videonya
http://video.fc2.com/content/20140125CpK5L5tw/

Ceritanya seperti ini yang dikutip dari sumber 
http://m.tribunnews.com/nasional/2014/01/25/tentara-jepang-ini-rela-cacat-permanen-demi-bantu-indonesia-usir-belanda

Sekitar 1.000 tentara Jepang tinggal di Indonesia setelah perang dunia kedua selesai, terutama setelah Jepang menyerah dari Sekutu dengan dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima.

Dari jumlah seribu orang sekitar 400 orang meninggal, sisanya sekitar 400 orang. Itulah yang diungkapkan seorang prajurit Jepang saat perang dunia kedua yang tidak pulang ke Jepang tetapi malah membantu para gerilya pejuang kemerdekaan Indonesia terutama di pulau Jawa, Sakari Oono atau nama Indonesianya Rahmat, kini berusia 94 tahun.

"Saat itu saya berusia 22 tahun bekerja untuk tentara Jepang, masuk Indonesua tahun 1942. Setelah 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, banyak tentara Jepang diperintahkan pulang tetapi saya tetap berada di Indonesia karena melihat tentara Indonesia dengan segala kekurangannya berusaha melawan Belanda yang kemudian masuk lagi ke Jawa saat itu, tetapi gerilya Indonesia itu dengan keterbatasan granat dan bambu runcing tetapi semangat besar ingin merdeka dari Belanda yang mau menjajah Indonesia lagi. 

Makanya saya bantu tentara Indonesia tak mau pulang," papar Ono yang muncul di acara TV Asahi, 24 Januari 2014 pada program 'Desa Dunia, di tempat ini ada orang Jepang'.

Oono tahun 1950 menikah dengan orang Indonesia bernama Darkasih dan kini punya 9 anak, tinggal di kota Batu Malang Jawa Timur.Dari antara 600 tentara Jepang yang tersisa di Indonesia, kemudian 45 orang kembali ke Jepang tetapi data yang ada 324 orang tetap di Indonesia. Sisanya tidak diketahui keberadaannya, apakah masih ada di Indonesia atau sudah pulang ke Jepang juga.

"Saya sejak awal memang ingin membantu tentara Indonesia agar Indonesia bisa merdeka dari Belanda. Waktu itu pun Jepang sedang mempersiapkan Indonesia supaya merdeka, tetapi keburu Jepang kalah dari sekutu dan harus pulang ke jepang tetapi saya tetap memilih di Indonesia," katanya.
Bantuannya kepada tentara Indonesia, ikut berjuang melawan penjajah Belanda yang datang kembali ke Indonesia, membuat dirinya cacat, tangan kirinya kena ledakan dan diamputasi sehingga kini Oono tak punya tangan kiri lagi.

Temannya disuruh Oono saat itu untuk membawa rambut, album foto serta contoh kukunya supaya keluarganya yang ada di Hokkaido menyangka meninggal dalam peperangan di Indonesia. Tetapi kini keluarganya tahu dia masih hidup di Indonesia karena surat-menyuratnya.
"Saya sama sekali tak ada niat, tak ingin pulang ke Jepang, Indonesia sudah jadi tempat saya, keluarga saya di sini, kehidupan saya di sini, kini ingin menikmati masa hidup tua saya dengan tenang di Indonesia dan bahagia saat ini saya di Indonesia. Kalau pulang sekali pun mau ngapain saya di Jepang, kerja apa saya di Jepang," tekannya.
Oono sadar  takdir hidupnya memang di Indonesia dan sampai meninggal pun ingin di Indonesia bersama anak-anak dan cucu-cucunya saat ini.Selama ini Oono menghidupi anak-anaknya dari bercocok tanam bertani di kebunnya.

Hasil penjualan kebun dan tanah pertaniannya di Batu Malang untuk menghidupi anak-anaknya dan cucunya sampai saat ini.Tampak sekali Oono bahagia bersama keluarganya, tapi kadang-kadang untuk melepas kesepiannya terhadap negerinya dia menyanyi berkaraoke di rumahnya bersama keluarga besarnya dalam bahasa Jepang.
"Anak-anak dan cucu saya banyak menghafal lagu bahasa Jepang karena saya menyanyi dalam bahasa Jepang, sama-sama dengan mereka," paparnya lagi lalu tersenyum.
Bantuan dan perjuangannya membantu para pejuang kita memang patut diacungi jempol sehingga mengorbankan tangan kirinya yang tidak ada saatt ini. 

Selain itu, menurutnya, sejak lima tahun lalu, 2008, mungkin juga karena sudah tua, matanya sudah tidak bisa melihat lagi, sehingga keberadaannya selalu dipapah oleh keluarganya ke mana-mana, ungkapnya dengan memakai batik tangan panjang di hadapan televisi yang merekam ceritanya tersebut.

Dengan nama Rahmat yang berarti sudah menjadi Warga Negara Indonesia, pemerintah kita mungkin bisa ikut memberikan penghargaan baginya yang ikut berjuang bagi kemerdekaan Indonesia di masa perang dunia kedua tersebut. Terima kasih Pak Oono.

-RGKdJ dan Sugi Hiroshima-
Dengan nama Rahmat yang berarti sudah menjadi Warga Negara Indonesia, pemerintah kita mungkin bisa ikut memberikan penghargaan baginya yang ikut berjuang bagi kemerdekaan Indonesia di masa perang dunia kedua tersebut. Terima kasih Pak Oono.

Rela Cacat Demi Indonesia

Comments : 0
Tag : ,
Ratusan hewan mati selama dua tahun terakhir. Selama tiga bulan lalu, misalnya, ada 50 ekor binatang mati. 


Foto: Kebun Binatang “Maut” Surabaya.

Ratusan hewan mati selama dua tahun terakhir. Selama tiga bulan lalu, misalnya, ada 50 ekor binatang mati. Baca selengkapnya di http://goo.gl/jskNf5

Baca selengkapnya di http://goo.gl/jskNf5

Kebun Binatang “Maut” Surabaya

Comments : 0
Tag : ,
Kahn: Chelsea 'Beli' Gelar Juara Liga Champions 2012
Uang dinilai menjadi faktor penentu dalam sepakbola modern saat ini.  
Foto: Kahn: Chelsea 'Beli' Gelar Juara Liga Champions 2012
 
Uang dinilai menjadi faktor penentu dalam sepakbola modern saat ini.

Selengkapnya klik: http://bit.ly/1naxGGI
Selengkapnya klik: http://bit.ly/1naxGGI

Chelsea 'Beli' Gelar Juara Liga Champions 2012

Comments : 0
VIVA Forum Benarkah?, Wanita Cantik Lebih Mudah Berkarir Meski Otak Pas-Pasan http://goo.gl/o70dNZ



Wanita Cantik Lebih Mudah Berkarir Meski Otak Pas-Pasan.

Di zaman modern ini perusahaan seperti mengisyaratkan lebih mudah menerima karyawan berparas cantik sekalipun kurang pintar, ketimbang mereka yang memiliki kecerdasan tinggi. Baca selengkapnya di http://goo.gl/o70dNZ
Foto: Wanita Cantik Lebih Mudah Berkarir Meski Otak Pas-Pasan.

Di zaman modern ini perusahaan seperti mengisyaratkan lebih mudah menerima karyawan berparas cantik sekalipun kurang pintar, ketimbang mereka yang memiliki kecerdasan tinggi. Baca selengkapnya di http://goo.gl/o70dNZ

Lebih Mudah Berkakir

Comments : 0
Tag : ,
>
<
Welcomeeeeeeeeeee~~~

Arsip Blog

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

- Copyright © 2013 Person Newbie - Nisfu.S - Powered by Blogger - Designed by Nisfu Sabillah -